•   Sabtu, 25 Januari 2020
Pilwali 2020

Anak Risma Temui Whisnu, Diduga Bahas Pilwali

( words)
Fuad Benardi saat menemui Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Senin (16/9/2019).


Alqomar-Riko Abdiono,
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Fuad Benardi, putra Walikota Surabaya Tri Rismaharini tiba-tiba muncul ke publik dan menemui Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Senin (16/9/2019). Menariknya, pertemuan ini setelah Whisnu Sakti secara terang-terangan mendaftar sebagai calon walikota pada Pilwali Surabaya 2020 di DPC PDIP Kota Surabaya.

Diduga keduanya membahas Pilwali 2020, apalagi Fuad dan Whisnu sempat berbicara empat mata. Ini cukup wajar, mengingat sang ibu (Tri Rismaharini) bakal lengser dari kursi walikota. Sementara Risma sendiri disebut-sebut sudah memiliki jago sendiri di Pilwali nanti.

Namun saat dikonfirmasi, Fuad Benardi menyebut kedatangannya bersama rekan-rekannya sebagai pengurus Karang Taruna Kota Surabaya. Menurutnya, ini dalam rangka sinergitas program dengan Pemkot Surabaya. Dalam waktu dekat, mereka pun berencana menjalankan beberapa program.

"Melalui audiensi diharapkan nanti Pak Wakil Wali Kota bisa hadir. Kami pun memang sudah sering melakukan audiensi seperti ini dengan Pemkot Surabaya dalam melakukan program kerja," ujar Fuad usai bertemu dengan Whisnu Sakti.

Isu Risma-WS Retak
Melalui pertemuan ini juga menepis isu keretakan hubungan Walikota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana. Fuad berharap ada sinergitas lebih lanjut dengan pihak Pemkot Surabaya.

Pada kesempatan sama, Whisnu Sakti Buana siap memberikan fasilitas sebesar-besarnya kepada jajaran Karang Taruna Kota Surabaya. Pintu ruangannya pun disebut terbuka lebar. "Mereka tadi juga sudah membuktikan jalan program-programnya. Ini saya suka. Ke depannya pun kita siap beri fasilitas. Makanya tadi juga saya ajak pertemuan sebulan sekali untuk diskusi bersama," tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim ini.

Sebelumnya, Whisnu Sakti Buana mengaku tak ada masalah dengan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya, dan hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan keduanya masih punya semangat sama, membangun kota Surabaya. "Kami berdua punya semangat sama, membangun Surabaya lebih baik. Kalau sempat dikatakan Bu Risma bukan kader, tapi faktanya hari ini sebagai pengurus DPP PDIP. Kita sama-sama kader. Saya menjalankan kewajiban saya sebagai kader partai. Insya Allah, Tuhan akan meridhoi perjuangan kita," ujar Whisnu (13/9/2019).

Demokrat Siap-siap
Sementara itu, Partai Demokrat akan segera membuka pendaftaran calon kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang.
Saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jatim tengah menunggu petunjuk organisasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio menjelaskan bahwa berkaca pada pilkada serentak 2018 lalu, Demokrat melakukan penjaringan calon kepala daerah. Saat itu, di Jatim ada 19 daerah yang melaksanakan pilkada, termasuk pemilihan Gubernur. Proses penjaringan tersebut dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sekaligus di DPD.

"Saat itu, calon gubernur yang akan diusung Demokrat, juga harus mendaftar," kata Renville yang juga pernah menjabat Sekretaris pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub 2018 lalu.

Menurutnya, mekanisme yang sama tak tertutup bisa juga dilakukan. Apalagi, pelaksanaan pilada masih menyisakan kurun waktu sekitar satu tahun. "Sampai saat ini, Demokrat belum mengeluarkan peraturan organisasi tentang penjaringan calon kepala daerah," kata Renville.

Untuk diketahui, sebanyak 19 daerah akan melakukan pilada serentak 2020 mendatang. Beberapa di antaranya adalah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Ponorogo, hingga Pacitan. Langkah Demokrat dinilai memiliki pengaruh kuat di Jatim. Mengingat, Demokrat juga pernah dipimpin oleh Gubernur Jatim dua periode, Soekarwo. n

Berita Populer