•   Senin, 24 Februari 2020
Ekonomi China

Boeing Bakal Tingkatkan Proyeksi Permintaan Pesawat China

( words)
Bagian belakang pesawat Boeing maskapai Air China SP/cna


SURABAYAPAGI.com – Selasa ini Boeing Co. menaikkan proyeksi permintaan pesawat China untuk 20 tahun ke depan, didukung oleh ekspektasi permintaan perjalanan udara yang kuat, tetapi pertumbuhan armada baru akan lebih lambat dari prediksi tahun lalu.

Maskapai penerbangan Tiongkok akan membutuhkan 8.090 pesawat baru hingga 2038, 5,2% lebih tinggi dari perkiraan Boeing tahun lalu. Jumlah itu akan bernilai hampir $ 1,3 triliun berdasarkan daftar harga Boeing.

Tahun lalu, Boeing memperkirakan pertumbuhan 6,2% dalam permintaan pesawat baru di negara itu menjadi 7.690 pesawat untuk periode hingga 2037.

"Kelas menengah yang berkembang, investasi yang signifikan dalam infrastruktur, dan teknologi canggih yang membuat pesawat lebih mampu dan efisien, terus mendorong permintaan luar biasa untuk perjalanan udara," kata Randy Tinseth, wakil presiden pemasaran komersial untuk Boeing.

Boeing dan saingan Eropa-nya, Airbus, telah berlomaba-lomba untuk meningkatkan pangsa pasar di Cina, pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan keduanya membuka pabrik perakitan di negara tersebut.

Di sisi lain, larangan terbang armada Boeing 737 MAX secara global menyusul dua kecelakaan fatal telah membatasi kemampuan maskapai penerbangan China untuk meningkatkan kapasitas, ditambah dengan penurunan permintaan perjalanan yang menekan jumlah penumpang di tengah perlambatan ekonomi.

Boeing memproyeksikan permintaan pesawat lorong tunggal hingga 5.960 unit selama 20 tahun ke depan, mewakili 74 persen dari total pengiriman baru, sementara permintaan pesawat berbadan lebar di China diperkirakan mencapai 1.780 unit, tiga kali lipat dari armada berbadan lebar di China saat ini.

Boeing mengatakan China juga akan membutuhkan layanan komersial senilai sekitar sekitar US$1,6 triliun untuk armada pesawatnya selama periode itu.

Berita Populer