•   Senin, 21 Oktober 2019
Korupsi

Imam Laporkan Kekayaannya ‘cuma’ Rp 22,6 Miliar

( words)
Totalan dana hibah kemenpora


MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat mempunyai kekayaan senilai Rp 22.640.556.093. Dikutip dari situs e-LHKPN, Imam terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2018 atas statusnya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

SURABAYAPAGI.com - Dalam laporan tersebut, Imam tercatat mempunyai 12 bidang tanah di sejumlah kota seperti Jakarta, Malang, Sidoarjo, dan Bangkalan dengan nilai total sebesar Rp 14.099.635.000. Selain itu, Imam juga tercatat mempunyai empat unit mobil senilai total Rp 1.700.000.000 dan harta bergerak lain senilai Rp 4.634.500.000. LHKPN Imam juga menunjukkan bahwa Imam memiliki surat berharga senilai Rp 463.765.853 serta kas senilai Rp 1.742.655.240.

Kekayaan senilai sekira Rp 22,6 miliar yang dimiliki Imam rupanya masih lebih kecil dibanding nilai suap yang diduga diterima Imam yakni Rp 26.500.000.000.

Imam Nahrawi memulai karier politiknya dalam Partai Kebangkitan Bangsa, dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2 periode: periode 2004–2009[2] dan 2009–2014 daerah pilihan Jawa Timur. Imam berada di Komisi VII DPR yang betanggung jawab dalam bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Setelah itu, Imam ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menpora pada 26 Oktober 2014. Saat itu, usianya masih 41 dan menjadi salah satu menteri termuda di Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Keberadaan Imam sebagai Menpora menggantikan Roy Suryo pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009-2014. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Jendral DPP PKB.

Banyak prestasi olahraga yang dicapai Indonesia semasa Imam bertugas sebagai Menpora. Salah satu pencapaian terbesar adalah ketika Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali kedua sepanjang sejarah pada 2018.

Tak hanya sukses sebagai tuan rumah yang baik. Dari sisi prestasi Indonesia bahkan mampu finis di urutan keempat klasemen perolehan medali dengan raihan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu di bawah China, Jepang dan Korea Selatan yang merupakan negara Asia terkuat dibidang olahraga.

Di tahun yang sama Indonesia juga sukses menyelenggarakan Asian Para Games yang merupakan ajang multievent kelas Asia bagi difabel. Indonesia meraih posisi kelima di klasemen perolehan medali.

Di dua event tersebut, Imam mewakili pemerintah memberikan bonus sebesar Rp1,5 miliar bagi para peraih medali emas. Itu menjadi momentum sejarah untuk kali pertama penyetaraan jumlah bonus untuk atlet biasa dengan atlet difabel disamakan besarannya.

Di bawah kepemimpinan Imam, Indonesia juga kembali melanjutkan tradisi raihan medali emas Olimpiade pada 2016 yang sempat hilang di 2012. Kala itu, Indonesia meraih satu medali lewat cabang olahraga bulutangkis dari nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Lagi-lagi bonus yang didapat Tontowi/Liliyana sangat besar, mencapai Rp5 miliar. Sekaligus menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu Imam mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) terkait bonus kepada atlet yang meraih prestasi level dunia untuk single event. Seperti yang diterima ganda putra Indonesia dari cabang bulutangkis Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menjadi juara dunia 2019.

Imam juga sempat membuat geger dunia sepak bola Indonesia pada 2015. Pada 17 April 2015 Imam menandatangani Surat Keputusan (SK) bernomor 0137 tahun 2015 tentang pembekuan PSSI.

Dalam surat itu Kemenpora memberikan sanksi administratif berupa tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Selain tidak mengakui PSSI, Menpora juga menyatakan setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait.

Pembekuan PSSI berlangsung selama setahun, tepatnya sampai 10 Mei 2016. Akibat pembekuan itu, PSSI tak bisa menggelar kompetisi resmi.

Imbas lainnya FIFA menjatuhkan sanksi suspensi terhadap Indonesia yang membuat Timnas Indonesia tak bisa berlaga di pentas internasional.

Hampir lima tahun menjabat Imam menjadi salah satu menteri yang aman dari empat jilid reshuffle yang dilakukan Presiden Jokowi. Sampai akhirnya Imam tersangkut masalah hukum setelah dijadikan tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.

Pengumuman Imam sebagai tersangka dilakukan sekitar Rabu sore. Sebelum diumumkan, Imam lewat akun instagram pribadinya, @nahrawi_imam sempat berfoto dengan sala satu atlet sambo Indonesia.

Dalam keterangannya, Imam mengungkapkan tim sambo Indonesia berhasil meraih 3 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu. Medali itu diraih dalam Kejuaraan Olahraga Sambo se-Asia di India 11-16 September 2019.

"Terima kasih atas perjuangannya, kita semua bangsa Indonesia bangga dengan prestasi ini. Semoga terus konsisten berprestasi tim Sambo Indonesia!. -IN," tulis Imam.

Berita Populer