•   Senin, 21 Oktober 2019
Peristiwa Internasional

Koresl Coret Jepang Dari White List

( words)
Pamflet boikot Jepang di salah satu swalayan di Korsel SP/Jpn


SURABAYAPAGI.com - Korea Selatan secara resmi menghapus Jepang dari daftar mitra dagang terpercaya dalam babak terbaru perseteruan antara kedua sekutu Amerika Serikat tersebut.

"Perubahan ini berarti ekspor beberapa produk strategis ke Jepang akan mendapat pengawasan yang lebih ketat jika dibandingkan dengan pengiriman ke 28 tujuan jalur cepat lainnya," kata Kementerian Perdagangan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (18/9/2019).

Menanggapi hal itu, Jepang pada Rabu (18/9/19) mengatakan keputusan Korea Selatan untuk menghapus status perdagangan jalur cepat Tokyo tanpa penjelasan yang memadai, sangat disesalkan.

Hal itu dikarenakan pertikaian diplomatik dan perdagangan antara kedua negara tetangga Asia dan sekutu AS itu semakin dalam.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan menyatakan, peraturan perdagangan yang lebih ketat berlaku hari ini, termasuk proses permohonan izin yang lebih lama dan dokumen tambahan untuk ekspor Korea Selatan ke Jepang terkait produksi senjata.

"Tujuan dari perubahan peraturan perdagangan adalah untuk meningkatkan sistem kontrol ekspor Korea Selatan, bukan pembalasan terhadap Jepang," sebut Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan dalam pernyataan resmi, Rabu (19/9), seperti dikutip Reuters.

Langkah ini dilakukan setelah Jepang bulan lalu lebih dulu menyingkirkan Korea Selatan dari white list negara-negara yang dianggap aman sebagai mitra ekspor produk strategis.

Korea Selatan juga berencana untuk pertukaran informasi intelijen dengan Jepang yang disahkan AS dan telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia atas Jepang karena memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat pada bahan-bahan dasar utama untuk manufaktur teknologi.

Perlu diketahui, hubungan kedua negara itu memburuk sejak putusan Mahkamah Agung Korea Selatan tahun lalu yang menyatakan, perusahaan-perusahaan Jepang harus memberi kompensasi kepada warga negeri ginseng yang dipaksa menjadi pekerja paksa selama Perang Dunia Kedua.

Akhir Agustus lalu, Jepang mencoret status ekspor jalur cepat Korea Selatan, setelah memberlakukan kontrol yang lebih ketat pada ekspor tiga bahan baku ke Korea Selatan yang digunakan dalam industri keripik dan display.

Senin (16/9) lalu, Korea Selatan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Duni (WTO) atas pembatasan ekspor Jepang. Di bawah aturan WTO, Korea Selatan dan Jepang harus bertemu dalam waktu 30 hari dan jika pembicaraan ini gagal, Seoul bisa meminta ajudikasi kepada panel penyelesaian sengketa.

Berita Populer