•   Senin, 24 Februari 2020
Surabaya

Masih Pakai Alat Bantu Tulis

( words)
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tiba di rumah sakit Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/6/2019). JK didampingi Wakil Gubernur Emil Dardak mengunjungi Wali Kota Surabaya Risma yang sedang terbaring di RS Dr Soetomo Surabaya dan disambut langsun


Penjelasan Dirut RSUD dr Soetomo tentang Kesehatan Wali Kota Risma

Rangga Putra, Julian
Wartawan Surabaya Pagi
Kondisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang saat ini tengah dirawat di ruang ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo dilaporkan terus membaik. Pasalnya, sebagian alat-alat bantu medis yang sebelumnya dipasang, mulai dilepas. Bahkan, Wali Kota Risma dilaporkan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga maupun dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang datang menjenguknya, Jumat (28/6/2019) sore kemarin.
Hal itu diungkapkan oleh dr Joni Wahyuhadi Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (28/6/2019). Joni menjelaskan, kondisi Risma membaik. Seluruh fungsi organ tubuhnya telah membaik. Paru-paru yang sebelumnya bermasalah perlahan membaik.
Menurut Joni, langkah selanjutnya yang dilakukan tim dokter adalah, mulai Jumat (28/6/2019) melakukan weaning (penyapihan) atau pelepasan alat bantu pernapasan secara bertahap. Apabila sudah tidak ada gangguan napas lagi, maka besok sudah bisa dilepas total.
"Insyaallah kalau semuanya baik, besok (Sabtu hari ini) kita lepas alat bantu pernapasannya. Sekarang sudah ndak pakai respirator, hanya support saja kalau ada kesulitan bernapas kita support. Kalau endak, ya napas sendiri. Jadi sudah kontak sudah bisa menulis sudah bisa komunikasi Alhamdulillah," kata Joni usai mendampingi kunjungan Jusuf Kalla Wakil Presiden di Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jumat (28/6/2019).
Pakai Alat Bantu Tulis
Joni mengatakan, Risma sudah bisa berkomunikasi. Hanya saja karena masih memakai alat bantu medis maka Risma berkomunikasi dengan menulis pesan di kertas.
"Beliau bisa ngomong cuma karena ada alat yang di sana, sehingga kalau ada apa-apa bisa nulis. Seperti tadi beliau menuliskan kata terima kasih pada kunjungan Bapak Wapres dan Bapak Wakil Gubernur. Beliau juga menitip pesan ke Gubernur Jatim," ujar Joni.
Menurut Joni, perkembangan perbaikan kesehatan Risma ini lebih cepat dari target pasien yang biasanya butuh analisa satu minggu di ICU. Menurutnya, hal ini juga berkat doa seluruh masyarakat dan support semua pihak.
"Dari parameter darah, jantung, paru-paru kita monitor, semua itu menunjukkan kebaikan yang signifikan. Bisa jadi karena kumannya sudah dilakukan terapi. Sekarang tinggal akuraturiumnya yang kurang-kurang, misal kadar kalsiumnya, kadar gulanya kita betulkan, semuanya kita betulkan ke batas normal. Alhamdulillah. Yang jelas semuanya cukup cepat," katanya.
Asma dan Maag Risma
Sementara itu, dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, dr Sukma Sahadewa berpendapat, pasien yang menderita asma, pada umumnya tidak mengidapnya secara tiba-tiba. Asma, sambung dr Sukma, berpotensi diderita karena faktor bawaan. Selain itu, asma juga bisa dipicu dengan faktor pencetus seperti makanan coklat maupun pedas dan debu.
"Faktor stressor karena aktivitas dan beban pikiran yang tinggi bisa juga menjadi penyebab asma," papar dr Sukma.
Sementara hubungannya dengan maag, sambung dr Sukma, adalah karena asam lambung yang naik, sehingga menyebabkan sesak.
Pola Makan dan Stres Tinggi
Menurut dr Sukma, sakit maag memang tidak secara langsung menjadi akibat dari stres. Beberapa perilaku yang bisa memicu maag antara lain terus menerus berpikir dan tegang. Selain itu, pola makan yang tergesa-gesa dan minim waktu istirahat juga bisa memicu maag. "Pola makan, jenis makanan dan stressor tinggi dapat mengakibatkan asam lambung naik yang berujung pada sesaknya nafas," urai dr Sukma.
Oleh sebab itu, penderita asma harus segera ditangani. Jika tidak cepat ditangani, maka bisa berakibat fatal. "Proses oksigenasi ke otak tidak berlangsung dengan baik. Akibat umumnya adalah bliyur-bliyur."
Dengan penanganan tim dokter RSUD dr Soetomo, dr Sukma optimis kondisi kesehatan Wali Kota Risma segera membaik. "Di tengah perawatan, bisa saja diagnosa dokter berubah. Namun, kita doakan yang terbaik bagi Bu Risma," tutur Ketua Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) Surabaya ini. n

Berita Populer