•   Kamis, 19 September 2019
Slc

Mengenang: Mei Bulan Penuh Duka

( words)
Sejumlah aktor menceritakan peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM saat di atas Panggung Pertunjukan yang digelar di Universitas Petra Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/5). FOTO/JULIAN


SURABAYAPAGI.com - Dalam rangka mengingat kembali dan mengenang peristiwa pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi selama bulan Mei, mahasiswa UK Petra melalui UKM teater menggelar pentas akbar bertajuk Bulan Berduka dibawah pelatihan secara langsung oleh Abednego Bejo Sugiyono, S.Pd., M.A.
UKM teater rumpun padi UK Petra ini mementaskan dua naskah yaitu naskah Monolog berjudul Putri Ibu karya Putu Wijaya dan naskah Lakon berjudul Menanti Tanggal Dua Enam karya Marsetio Hariadi seorang alumni UK Petra.
Karya alumni UK Petra ini mengisahkan sebuah penantian, penggusuran tanah, dan juga penghilangan orang secara paksa yang dihadirkan menjadi satu untuk membawa penonton merasakan emosi di saat itu.
"Melalui pentas ini, saya harap dapat memberikan suatu refleksi diri kepada para penonton, tidak hanya penonton juga tetapi semua orang bahwa penting untuk mengingat tragedi-tragedi yang terjadi di lingkungan sekitar kita.”, ungkap Yosafat selaku ketua acara dari pentas akbar Bulan Berduka, saat disela sela pertunjukan.
Pentas ini diadakan sebagai bentuk apresiasi mahasiswa UK Petra dalam berkarya seni teater Indonesia dengan menuangkan ekspresi dan cerita mereka dalam sebuah karya seni teater. Serta bagaimana para aktor dapat menyampaikan makna dan pesan yang disampaikan oleh naskah terhadap para penonton. JUL

Berita Populer