•   Senin, 21 Oktober 2019
Peristiwa Internasional

Pekan Depan, Carrie Lam Gelar Dialog Terbuka dengan Seluruh Masyarakat Hong Kong

( words)
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam SP/Scmp


SURABAYAPAGI.com - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, dia dan timnya akan memulai sesi dialog dengan masyarakat pekan depan. Ia menegaskan, kekerasan yang telah mengguncang bekas koloni Inggris ini selama tiga bulan protes harus berakhir.

“Tapi saya harus menekankan di sini, platform dialog tidak berarti kita tidak harus mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas. Menekan kekerasan di depan kita masih menjadi prioritas,” tegas Lam.

Menurut Lam, yang berada di bawah tekanan Beijing untuk meredam amarah publik, sesi dialog akan berlangsung seterbuka mungkin, dengan anggota masyarakat bisa mendaftar untuk hadir.

Gerakan protes di Hong Kong awalnya menentang rancangan undang-undang yang mengizinkan orang yang dinyatakan bersalah dikirim ke China untuk diadili. Gerakan itu telah berkembang menjadi aksi anti-pemerintah yang mendorong bagi kebebasan demokrasi lebih luas di kota yang dikuasai China itu.

"Masyarakat Hong Kong benar-benar telah mengumpulkan banyak masalah ekonomi, sosial, dan bahkan politik yang mengakar. Saya berharap, berbagai bentuk dialog ini bisa menjadi landasan bagi kita untuk berdiskusi," kata Lam kepada wartawan, Selasa (17/9), seperti dikutip Reuters.

Setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan, Lam akhirnya menyerah pada satu tuntutan pemrotes dengan mengumumkan pencabutan total RUU Ekstradisi pada 4 September, dengan dukungan Beijing.

"Masalahnya jauh dari cuma RUU tersebut," kata Lam kepada wartawan. Masalah di Hong Kong termasuk perumahan dan kekurangan lahan di salah satu kota dengan penduduk paling padat di dunia, 7,4 juta warga.

Aksi demo masih berlangsung di Hong Kong dan meluas, dari tuntutan pencabutan RUU Ekstradisi bertambah menjadi demokrasi. Akhir pekan lalu, unjuk rasa berlangsung rusuh. Para pendemo melemparkan bom molotov yang dibalas tembakan gas air mata oleh polisi.

Berita Populer