•   Sabtu, 23 November 2019
Gas Dan Bumi

Peristiwa Saudi Aramco, Bikin Pemerintah Indonesia Gigit Jari

( words)
Kepulan asap tebal atas peristiwa serangan drone SP/Tn


SURABAYAPAGI.com - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco akan berdampak pada kondisi di Indonesia. Menurut Marwan, besar-kecilnya dampak kejadian di Saudi Aramco terhadap Indonesia tergantung perkembangan geopolitik di dunia internasional, terutama Timur Tengah.

"Dampaknya ke Indonesia ialah kenaikan harga minyak dunia hingga harga BBM," ujar Marwan mengutip Republika di Jakarta, Selasa (17/9).

"Sekarang (harga minyak dunia) sudah naik 10 persen, kemarin sempat turun satu koma sekian persen, kita belum tahu bagaimana sikap (Donald) Trump (Presiden AS)," tambahnya Marwan.

Menteri KeuanganSri Mulyani Indrawati juga mengungkapkan Pemerintah saat ini tengah memantau situasi yang terjadi di Arab Saudi. Sebab, kejadian kebakaran di pusat produksi di Saudi akan mempengaruhi harga minyak dunia.

Apalagi, Indonesia dan banyak negara lainnya membutuhkan pasokan minyak dari negara tersebut. Kekhawatiran peningkatan harga minyak karena dampak kebakaran kilang juga bisa memangkas 50% produksi.

"Jadi sekarang kita mungkin lebih harus memperhatikan dinamika jangka menengahnya, karena ini mempengaruhi apa yang disebut konstelasi politik dan keamanan di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Psuat, Selasa (17/9/2019).

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengimbau operator fasilitas pengolahan minyak (kilang) di Indonesia‎, untuk menggunakan alat anti pesawat tanpa awak (drone). Hal ini untuk menghindari peristiwa serangan yang terjadi pada kilang Arab Saudi terjadi di Indonesia.

Djoko berharap, kenaikan harga minyak hanya berlangsung sesaat, kemudian bisa kembali ke level normal dalam waktu dekat. Untuk saat ini kenaikan harga minyak masih mendekati prediksi pemerintah yaitu USD 63 per barel pada 2020, sehingga belum berpengaruh terhadap hara Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Belum belum masih aman mudah-mudahan kembali normal, kita kan kemarin diketok 63 sekitar itu lah,"‎ tandasnya.

Sebelumnya, serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9) membuat pasokan minyak dunia turun 5 persen. Kondisi ini mendongkrak harga minyak mentah jenis Brent lebih dari 19 persen menjadi USD 71,95 per barel.

Sedangkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 15 persen ke USD 63,34 per barel. Harga ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Mei lalu.

Berita Populer