•   Senin, 21 Oktober 2019
Otonomi Daerah

Setahun, Nilai Ekspor dari Lamongan Tembus 597

( words)
Bupati saat melihat langsung pengepakan ikan laut sebelum di ekspor. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Setahun nilai ekspor Lamongan Capai Rp 597 miliar, atau naik sebesar 500 persen dari nilai ekspor dua tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 136 miliar pada tahun 2017.

Ekspor Lamongan ke berbagai negara ini, seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Mohammad Zamroni melalui Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Rabu (18/9/2019), berbagai produk mulai IKM, ikan, meubeler, dan produk olahan jagung.

Disebutkannya, di tahun 2018 nilai eskpor dari total Rp 597 miliar tersebut, sebesar Rp 541, 3 miliar berasal dari IB dan sisanya sebesar Rp 55,7 miliar dari IKM.

Dia menjelaskan terdapat sembilan IB di Lamongan yang sudah mulai berproduksi dan mencatatkan ekspor. Yakni PT Bahari Biru Nusantara, PT QL Hasil Laut, PT 689, dan BMI yang mengekspor komoditi perikanan ke Jepang, Malaysia, Singapura, China, Korea dan Amerika Serikat.

Kemudian ada Buildyet dan Cahaya Bintang Olympic yang produk alas kakinya sudah menembus pasar Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Selain itu juga ada PT Interkraft yang mengekspor meubelair ke Amerika Serikat dan Eropa, produsen dolomit Pt Comca Omya Indonesia yang komoditinya diekspor ke Singapura dan Jepang, serta PT Dewata Industrindo Forestry yang menyuplai veneer dan moulding untuk pasar India.

Sementara kinerja positif juga dicatatkan IKM di Lamongan. Sebanyak 61 IKM dengan berbagai jenis produksi komoditi mampu menembus pasar ekspor.

Salah satunya adalah 46 IKM tenun ikat di Desa Parengan Kecamatan Maduran yang tergabung dalam Sentra Industri Tenun Ikat. Tahun lalu mereka mengirimkan 910 kodi kain tenun ikat ke pasar Timur Tengah.

Produk industri kreatif yang berbasis kekayaan bahan baku di Lamongan juga diminati pasar ekspor. Seperti tas natural produksi R&D, kerajinan tas enceng gondok dari Pengaron Handicraft, kerajinan tempurung kelapa dari Ashila Jaya, serta aneka kerajinan berbahan kayu dan bambu juga gerabah dari Kecamatan Maduran.

Salah satu komoditi unggulan Lamongan, jagung, produk olahannya juga sudah bisa menembus pasar ekspor. Olahan jagung dari Nufa Market dan UD Lembah Hijau dikirim ke Malaysia dan Amerika.

Disperindag selama ini rutin melakukan pembinaan dan pengembangan perdagangan internasional. Diantaranya dengan memberikan pelatihan akses dan survey pasar ekspor melalui media daring.

Mereka juga memfasilitasi kegiatan pameran dagang, baik di dalam maupun luar negeri untuk membangun jaringan dan membuka pasar baru.jir

Berita Populer