•   Kamis, 19 September 2019
Otonomi Daerah

Sholahuddin : Terus Berkiprah, Pessandra Harus Kuasai Lini dan Pos-pos Strategis

( words)
Perwakilan Keluarga Ndalem Gus Iwan Zunaih, memberikan potongan tumpeng kepada ketua Pesaandra Lamongan, Muhajirin disaksikan Sholahuddin calon bupati Lamongan, dalam 1 Anniversary Pessandra. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) Kabupaten Lamongan, diminta untuk terus berkiprah, tidak hanya sebagai guru, ustad, kiai, tapi harus lebih dari itu, dengan masuk dan bahkan menguasi lini dan pos-pos strategis di negeri ini.

Hal itu disampaikan oleh H. Sholahuddin, wakil ketua umum Pessandra Pusat yang juga Asisten Pribadi (Aspri), Wakil Presiden terpilih, KH. Ma’ruf Amin, saat didaulat memberikan wejangan, dalam acara 1 Anniversary Pessandra Lamongan di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Selasa petang (10/9/2019).

Disebutkan olehnya, para santri harus tampil dan jangan minder menunjukkan kemampuannya untuk masuk semua lini dan pos-pos strategis, karena santri punya keilmuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, karena saat di Pondok sudah ditempa dan dibentuk karakternya menjadi pemimpin handal.

"Meski kita ini sudah tidak lagi mengenyam pendidikan santri, tapi lebel santri masih melekat di diri kita sampai kapan pun, karena itu kita harus berbuat dan terus berkiprah untuk kemaslahkatan ummat," ajak Sholahuddin kepada para alumni PPSD yang hadir dalam perayaan Harlah Pessandra tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) ini juga menambahkan, lini dan pos-pos strategis itu harus dimasuki oleh santri mulai dari pusat hingga ke tingkat desa RT dan RW.

"Tidak sedikit jabatan srategis di pusat mulai Wakil Presiden, menteri dan dirjen-dirjen sudah sudah diisi oleh para alumni Pondok Pesantren, ini yang harus terus didorong dan dipertahankan kedepannya," harap Kaji Sholah, panggilan akrab H. Sholahuddin.

Tidak hanya itu, momen pemilihan Kepala Daerah di Lamongan santri dan alumni Sunan Drajat juga harus ambil peran. Dirinya saat ini menjadi salah satu representasi santri yang diminta para kiai dan masyayikh untuk maju mencalonkan kepala daerah.

"Saya mohon doa restu dan dukungan semua santri dan alumni untuk mencalonkan sebagai bupati, agar keinginan kiai dan masyayikh untuk memiliki bupati kader NU bisa tercapai, dan bisa memberikan manfaat dan kemaslahkatan untuk ummat," kata Sholahuddin.

Ia memutuskan mencalonkan menjadi bupati karena desakan dorongan dan permintaan para kiai dan masyayikh, padahal pada posisi sekarang ini sebagai Aspri wapres terpilih KH. Ma’ruf Amin dianggap sudah lebih dari cukup dan bersyukur, tapi mayarakat dan kiai di Lamongan memintanya, maka sebagai satri ia harus taat dan tunduk perintah masyayikh.

"Saya terlahir dari santri, kalau kiai dan masyayikh memintanya, tentu kami tidak bisa menolaknya sehingga Bismillah kami memutuskan untuk maju menjadi bupati pada pilkada 2020 mendatang," ungkapnya.

Sementara itu, ketua Pessandra Kabupaten Lamongan, Muhajirin dalam sambutanya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sholahuddin, kalau santri dan alumni harus tampil di berbagai lini dan pos-pos strategis, agar bisa lebih bermanfaat untuk kebaikan dan kemaslahkatan.

Harapan para santri dan alumni ini kata Muhajirin, selalu disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat KH. Abd Ghofur, dalam berbagai kesempatan pengajian dan kegiatan ngaji selapan Jum’at pahing, santri dan alumni harus mengambil peran, dengan mengisi jabatan startegis mulai dari Kepala Desa, bupati, gubernur dan hingga jabatan ditingkat pusat.

"Kalau tidak bisa santri dan alumni Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang penting santri, dari Ponpes mana saja tidak masalah," kata Muhajirin menirukan dawuh dan impinan pengasuh PPSD, KH. Abd Ghofur.jir

Berita Populer