•   Senin, 21 Oktober 2019
Otonomi Daerah

Tampakkan Petirtaan Lebih Utuh, Ekskavasi Situs Sumberbeji Jombang Diperpanjang

( words)
Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Ekskavasi Situs Petirtaan Sumberbeji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur sedianya berkahir pada hari ini.

Namun, ternyata pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menunda, dan akan melanjutkan proses ekskavasi sampai hari Sabtu (21/9/2019).

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, bahwa rencana awal memang ekskavasi dilakukan selama sepuluh hari, yang berakhir pada hari ini.

"Tapi pihak desa meminta ekskavasi diperpanjang sampai selesai. Sehingga kami perpanjang hingga tiga hari kedepan," katanya kepada sejumlah jurnalis, Rabu (18/9/2019).

Dengan demikian, lanjut Wicaksono, dalam sisa beberapa hari kedepan pihaknya akan melakukan penyedotan pasir dengan menggunakan mesin penyedot.

"Harapan kita, dengan penyedotan ini dapat menampakkan petirtaan lebih utuh. Termasuk barangkali ada temuan-temuan lainnya," ujarnya.

Menurut Wicaksono, setelah ekskavasi selesai akan melakukan analisa guna mengetahui, apakah nantinya perlu tahapan ekskavasi lanjutan atau tidak.

"Ada beberapa pekerjaan rumah, seperti tangga masuk yang kami perkirakan ada di sisi timur, tapi belum kami temukan sampai hari ini. Kemudian saluran buang, kami menemukan indikasi ada lubang di dinding utara. Tapi kami masih menunggu lumpur terangkat dulu," cetusnya.

Namun, lanjutnya, jika telah cukup nantinya perlu kajian zonasi untuk pemanfaatan ke depan. Selanjutnya pihaknya paparkan ke Bupati Jombang melalui dinas terkait.

"Pada intinya kami menyerahkan tinggalan cagar budaya ini ke Pemerintah Kabupaten Jombang, berkaitan dengan pemanfaatan dan pemeliharaannya," paparnya.

Sementara itu, dihari kesepuluh ekskavasi, tim BPCB menemukan lima jaladwara atau pancuran air kuno, hingga temukan pancuran garudea pada dinding selatan menghadap ke timur.

Selain itu, tim juga telah menemukan semua sisi dinding petirtaan yang berbentuk persegi, dengan panjang 20 meter, lebar 17 meter, dan kedalaman sekitar 2 meter dari permukaan dinding teratas sampai tatanan bata bawah yang merupakan lantai.

"Jadi berkaitan dengan pancuran garudea, ada satu PR juga. Saya ingin melihat apakah bangunan ini dibangun pada satu masa pembangunan atau pernah ada rehab. Untuk itu kami perlu (struktur) terbuka secara menyeluruh terlebih dahulu. Sehingga itu asli sekali buat, atau tambahan saat rehab," pungkasnya. (suf)

Berita Populer